Produk Baru! Lot Eksperimental Anaerobic Natural Sudah Tersedia. Lihat Koleksinya

Cerita Kami Kopi Journey Kunjungi Kami
INDONESIA ENGLISH
Shop
← Kembali ke Journey

The TuangCoffee Team · 14 Sep 2026

Kopi untuk Flores: Cangkir Kecil, Dampak Besar

Kopi untuk Flores: Cangkir Kecil, Dampak Besar
Ketika gempa mengguncang Flores, yang terguncang adalah rumah kami sendiri.

Flores bukan sekadar tempat kisah Tuang Coffee bermula. Flores adalah rumah kami, tempat sebagian besar kopi yang kami olah ditanam, diproses, dan dirawat oleh petani dan komunitas yang sudah kami kenal bertahun-tahun.

Gempa merusak rumah-rumah di seluruh wilayah. Sebagian keluarga harus menghadapi dinding yang roboh dan rumah yang tak lagi aman ditinggali. Dengan gempa susulan yang terus terjadi, banyak yang tak punya pilihan selain bertahan di luar, berlindung di bawah terpal seadanya sambil menunggu keadaan lebih aman.

Bagi kami, ini bukan berita dari tempat yang jauh. Ini terjadi di rumah kami sendiri, pada orang-orang dan komunitas yang terhubung erat dengan semua yang kami kerjakan. Namun, di tengah masa yang sulit ini, kami diingatkan pada satu hal yang berarti: betapa cepatnya komunitas kopi bersatu saat dibutuhkan.

Bersatu Lewat Kopi

Tak lama setelah gempa terjadi, teman dan komunitas kopi mulai menghubungi kami. Ada yang bertanya bagaimana mereka dapat membantu. Ada juga yang langsung menawarkan ruang untuk berkolaborasi, meluangkan waktu, dan menggunakan platform mereka untuk mendukung Flores.

Dari sana, kami mulai berkolaborasi. Ada bar takeover hingga penjualan kopi menjadi cara untuk mengumpulkan dukungan bagi Flores. Hasil yang terkumpul melalui Tuang Coffee kemudian disalurkan untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa.

Salah satunya adalah Coffee for Flores, kolaborasi bersama Sweetspot Coffee Roastery dan Common Grounds yang diadakan di Tuang Coffee Barito.

Louis dari Sweetspot Coffee Roastery ikut bergabung di balik bar, menyajikan Gulang 868 dari Tuang dan memberi kesempatan kepada para tamu untuk mencicipi kopinya sambil ikut berkontribusi untuk Flores.

Louis from Sweetspot Coffee Roastery behind the bar during the Coffee for Flores takeover.Louis from Sweetspot Coffee Roastery behind the bar during the Coffee for Flores takeover.

Bayu Prawiro dan Patrik Vinsensius dari Common Grounds juga ikut hadir, menyajikan tiga kopi eksperimental kami dari panen 2026.

Menyajikan kopi-kopi ini bukan sekedar memperkenalkan hal baru. Kami ingin memperkenalkan lebih banyak sisi dari kopi Flores, sekaligus memberi gambaran tentang proses dan orang-orang yang bekerja di baliknya.

Dukungan tidak berhenti di Coffee for Flores. Di Omakafé, teman sekaligus juara kami, Mikael Jasin, menghadirkan pengalaman kopi bergaya omakase untuk mendukung Flores. Sebuah pengingat yang sederhana tapi kuat, bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, semua dimulai dari apa yang sudah kita punya: sebuah bar, sebuah platform, meja untuk duduk bersama, atau sekadar secangkir kopi.

Setiap kolaborasi punya bentuknya sendiri, tapi niatnya sama: menjadikan kopi sebagai jalan untuk menyatukan orang-orang dan mengubah momen sehari-hari menjadi dukungan yang berarti. Orang-orang datang untuk menikmati secangkir kopi, mencoba kopi baru, menghabiskan waktu bersama teman, dan merasakan sesuatu yang berbeda. Di saat yang sama, setiap pembelian menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung komunitas yang terdampak gempa.

Kadang, semua memang dimulai dari secangkir kopi.

The bar stayed busy throughout the Coffee for Flores activation.The bar stayed busy throughout the Coffee for Flores activation.

Kami berterima kasih kepada setiap barista, pelaku industri kopi, pelanggan, dan teman-teman di komunitas yang ikut mendukung Flores. Ada yang menyediakan ruang untuk berkolaborasi, berbagi keahlian, membeli kopi, menyebarkan informasi, berdonasi, atau sekadar menghubungi kami dan bertanya bagaimana mereka bisa membantu.

Setiap dukungan punya arti. Terima kasih sudah ikut berdiri bersama Flores dan menjadi bagian dari apa yang kami lakukan setelah gempa.

Dari Flores hingga setiap cangkir yang dibagikan di sepanjang perjalanan ini, kami kembali diingatkan bahwa kopi bisa menjadi cara untuk saling terhubung dan bergerak bersama.

Cangkir Kecil, Dampak Besar.
← Kembali ke Journey